Senin, 10 Januari 2011

Asrama "Bogani" Yogyakarta


Letaknya disebuah lorong menurun dari arah jalan Loji kecil yang termasuk daerah Gondomanan dan dikenal dengan sebutan Ledok ratmakan GM 3/27, entah apakah alamat ini (era 70 an) sudah berubah atau masih seperti diatas ?...... Asrama "Bogani" Yogyakarta,  diperuntukan bagi pelajar dan mahasiswa asal Bolaang Mongondow yang menuntut ilmu dikota dengan ikon sebagai kota pelajar, kota gudeg, atau kota perjuangan di masa lalu.........disebelah baratnya persis berada asrama puteri kristen sedang disebelah timurnya asrama mahasiswa asal sulawesi tengah.

Bangunan asrama adalah perpaduan antara bangunan peninggalan masa lalu dengan bangunan baru yang dibangun dari dana pemerintah daerah, massa bangunan berbentuk huruf U dengan halaman yang dijadikan sarana olahraga berada di tengah.
Disebelah timur terdapat 6 kamar beserta teras yang berfungsi sebagai ruang tamu dan juga ruang rapat termasuk 1 kamar besar bagian dari bangunan lama yang dinding sebelah selatannya mempunyai jendela dengan pemandangan rumah penduduk, elevasi lantai +/- 60 cm dari permukaan tanah dan didepan kamar besar inilah terletak ruang makan.
Disebelah selatan terdapat 3 kamar besar dengan elevasi lantai +/- 20 cm dari permukaan tanah yang juga merupakan bangunan lama beserta teras/selasar sebagai tempat parkir sepeda dan jemur pakaian, agak kebarat terdapat 2 kamar mandi dan 3 WC, sedang disebelah barat terdapat 2 kamar ukuran sedang, musholla dan dapur, didepannya terdapat sumur sebagai sumber air minum, mandi dan cuci dengan airnya yang jernih dan berlimpah, hal ini mungkin karena letak asrama hanya +/- 50 m jaraknya dari aliran kali code.

Di halaman kosong disebelah timur bagian utara ditanami pohon pisang dan masih disebelah timur disamping tangga terdapat pohon nangka dengan bangku panjang dari bambu serta sebuah radio tua tempat istirahat penghuni asrama sambil bercengkerama menunggu waktu sholat tiba, dibagian barat terdapat pohon ketapang yang rasa buahnya hampir mirip dengan kenari, dan dibagian selatan terdapat pohon murbei dan juga ditanami pohon lainnya seperti gedi dll.

Kegiatan olahraga selain bulutangkis ada juga pingpong dan catur, biasanya aktivitas ini ramai dilakukan di akhir pekan untuk mengisi liburan, sedang di hari minggu jika tidak ada kegiatan keluar biasanya para penghuni asrama mengisinya dengan mencuci, menjemur dan menyeterika pakaian.

Banyak hal yang didapat selama tinggal di asrama seperti melatih untuk hidup mandiri, melatih disiplin, bersikap toleransi, hidup sederhana dalam kebersamaan, disamping menjadi terbiasa bagaimana berorganisasi dengan cara demokratis tapi etis, kritis tapi logis, keras dalam perbedaan pendapat dan prinsip tapi cair ketika keputusan sudah diambil, sehingga suasana itu akan menjadi kenangan indah bagi mereka yang pernah mengenyam kehidupan diasrama "Bogani" yogyakarta.

Diakui atau tidak kehidupan di asrama sangat mempengaruhi cara pandang penghuninya dikenudian hari ketika memasuki kehidupan yang sebenarnya, banyak alumninya yang berkarir di pemerintahan maupun swasta menduduki posisi posisi baik walau saat ini umumnya telah pensiun dan ada beberapa yang telah berpulang ke Rahmatullah.
Tidak kurang 3 orang alumninya menjadi bupati kdh Bolaang Mongondow dan 1 orang menjadi wakil gubernur, sedang lainnya ada yang menjadi sekda, kadis, bankir, politikus, hakim, notaris, dosen, guru, direktur, manager, paling tidak pada umumnya para alumni mempunyai pekerjaan bermartabat dan semuanya dimulai dari anak tangga terbawah kemudian perlahan menapaki jenjang karir anak tangga diatasnya.

Setiap awal tahun diselenggarakan rapat untuk membicarakan anggaran untuk satu tahun kedepan sebagai dasar dalam menetapkan besaran iuran wajib bulanan bagi para penghuninya, membicarakan usulan perbaikan asrama untuk diajukan kepada pemerintah daerah, membahas anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi, memilih ketua asrama sekaligus ketua KPMBM yang namanya berubah kemudian menjadi KPMIBM sebagai realisasi hasil mubes pertama yang berlangsung di kotamobagu.

Karena semata-mata kelangsungan kehidupan di asrama tergantung pada iuran dari para penghuninya sedangkan kiriman uang dari orang tua maupun pemda bagi yang berstatus ikatan dinas terkadang terlambat, maka tidak jarang ada hari-hari yang kosong alias tidak ada yang dimasak dan hal itu menjadi bagian dinamika kehidupan di asrama karena dijalani dan dirasakan bersama-sama.

Kalau sudah begini biasanya secara berkelompok antara yang sudah mendapat kiriman dan yang belum  keluar untuk mencari makan, kalau siang makan soto pak harno di pasar bering harjo atau sate pak amat di alun-alun utara sedang kalau malam hari makan nasi gudeg dengan wedang ronde didepan klenteng atau makan mie yogya di lempuyangan.

Tidak jarang kejahilan sebagai anak muda muncul apalagi setelah lelah berjalan-jalan di malioboro malam hari dan pulang melintas jalan samping pasar bering harjo tempat truck2 menurunkan hasil bumi, jika ada hasil bumi seperti kubis(kol), ubi, singkong terlempar jauh dari tempatnya maka serta merta ditendang seperti bola dan jika sudah jauh baru diambil untuk digoreng sesampainya di asrama.
Demikian juga jika kebetulan wc diasrama tidak bisa dipergunakan karena septic tank penuh, maka dengan kelompok kecil pergi ke hotel garuda di malioboro dengan berpura-pura ada janji bertemu seseorang di hotel dan duduk di lobby..... kemudian satu persatu secara bergantian ke wc, sesudah semua selesai diberitahukan kepada receptonist kemungkinan orang yang ditunggu baru besok datang.

Menu sehari-hari diasrama adalah nasi dengan sambal goreng tempe atau tahu untuk sarapan pagi sedang siang dan malam hari ditambah dengan sayuran biasanya gori(sayur nangka), tumis kangkung,buncis atau kacang panjang  sedang di hari minggu agak istimewa karena ditambah dengan ikan atau daging demikian juga kalau ada tamu yang datang dan memberikan tambahan belanja itu berarti "smash" menurut istilah penghuni asrama yang artinya makan enak.

Banyak suka duka para penghuni asrama "Bogani" yogyakarta era tahun 60 an dan era 70 an, yang bisa dijadikan sebagai motivasi, inspirasi, maupun koreksi dalam menjalani hidup kedepan bagi generasi selanjutnya, karena banyak dari mereka ditengah segala keterbatasan sarana dan finansial akhirnya dapat meraih prestasi akademik yang menjadi tujuan utama kedatangan ke yogyakarta, demikian juga mereka yang terputus secara finansial dari sumbernya, akhirnya dapat mensiasati hidupnya dikemudian hari dengan penuh kesabaran dan ketabahan dan mendapat pekerjaan dan karir yang baik.

Pakaian yang hanya tinggal sepasang, kasur yang tidak memakai sprei, sepatu yang solnya telah copot, sepeda yang lebih banyak didalam pegadaian ketimbang dipakai, kuliah berjalan kaki, menjadi langganan tukang pakaian loak di pasar kembang, adalah bagian dari realita kehidupan di asrama, dan ini semua disikapi sebagai  lelucon diantara penghuni asrama.......pahit sekali memang tapi buahnya sangat manis......benar mungkin jika ada yang mengatakan "Ditangan kita tidak ada garis hidup, karena esok adalah apa yang kita perbuat hari ini..."

Kenangan untuk para alumni yang telah berpulang ke Rahmatullah...... Alamarhum/Almarhumah Hadin Mokoginta, Ama Korompot, Dahlan Mokoginta, Salman Korompot, Humu Manoppo, Urip Manoppo, Omar Hanafi, Tenty Manoppo Hanafi, Giye K, Sulfidji Dilapanga, Lukman F Mokoginta(7/12/12)........................semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Rahmat, Karunia dan Ampunan kepada mereka...Amien.



ujung aspal, januari 2011

1 komentar:

  1. Asslmkm..
    tdk sengaja browsing ktmu blog bapak...
    Alhamdulillah ada alumnus asrama bogani jogja era-70an yg mnceritakan pngalamnya selama tinggal d'asrama melalui blog..
    nama sy marwan pak kbtulan lagi study d'jogja tp brhubung kmpus jauh dr asrama jadi memlih ngekos...
    sy mau minta ijin copas buat share k'anak" yg laen ttng tulisan bpk...mohon d'ijinin.. :)

    BalasHapus